Jiwaku menasehati dan mengajariku untuk mencintai mereka yang membenciku dan untuk menjalin persahabatan dengan mereka yang mencercaku.
Jiwaku menyarankan dan mengajariku untuk mengetahui kecantikan yang tersembunyi di balik kulit,warna-warna dan dan sosok insani
Jiwaku menasehati dan mengajariku untuk menyentuh impianku yang belum terwujud,jiwaku mengatakan padaku bahwa apapun yang kita sentuh itu sebenarnya bagian dari keinginan kita.
Jiwaku berkata,”lentera yang engkau bawa bukanlah milikmu,senandung yang kau lantunkan tidaklah engkau susun dalam hatimu,bahkan jika engkau membawa cahaya,engkau bukanlah cahaya itu. Dan apabila engkau adalah kecapi dengan dawainya,engkau bukanlah orang yang memainkannya.
Sebelum jiwaku menasehatiku,aku melihat diriku dalam dua sosok : seseorang yang lemah yang sangat kukasihani dan seorang yang gagah perkasa,yang selalu kuikuti dalam menghadapi tantangan.
Namun kini aku telah belajar bahwa aku dan keduanya berasal dari unsur yang sama :asal mulaku adalah asal mula mereka,pendirianku adalah pendirian mereka dan kesadaranku adalah kesadaran mereka.
ini salah satu karyanya kahlil gibran..nyentuh banget ya ^^

0 komentar:
Posting Komentar