Menjelang tengah malam aku terbangun,entah apa yang membuatku tak nyaman ketika malam ini aku mulai memutuskan untuk merebahkan diri sejenak dan meninggalkan tugas penting yang seharusnya aku kerjakan. Tak kusadari aku mulai terhanyut oleh rasa kantuk yang amat menyiksa. Ya,akhirnya aku memutuskan untuk tidur beberapa saat sebelum aku mulai mengerjakan tugasku lagi. Dan rasa itu timbul kembali. Ketika tiba tiba aku terbangun,ada suatu penyesalan yang teramat dalam ketika aku mulai merasa bahwa aku sudah terlalu sering -dengan sengaja- melalaikan diri dari segala tugas dan tanggungjawabku. Aaahh selalau seperti ini. Selalu penyesalan yang datang di akhir.
Aku bangkit dari tempat tidurku. Berjalan mengambil air wudhu untuk menghadap kepadaNya. Kau tahu? Yang selalu aku pikirkan adalah aku hanya bisa bercerita banyak dan jujur padaNya. Tentang semua hal yang ku alami kemarin,hari ini ataupun harapanku di masa depan. Tidak pada orang tuaku,teman atau sahabatku ataupun siapapun aku aku kenal dan yang pasti mengenalku. Rasanya aku benar benar membutuhkan Dia meskipun banyak orang di sekitarku yang peduli padaku. Aku masih belum benar benar merasa aman dan nyaman sebelum aku mencurahkan segala kegalauanku ini padaNya. Tuhan tidak pernah tidur. Dia akan selalu mendengarkan doa dan segala kerisauan hatimu. Itu lah yang benar benar ku tanamkan pada diri ini. Aku yakin kapan pun dan dimanapun Dia selalu ada untukku dan aku akan selalu ada untuk menjadi hambaNya yang baik.
Dalam shalatku,tak kusadari aku meneteskan air mata. Air mata yang memang sudah sering mengalir. Tapi kali ini tak sama,kali ini berbeda. Aku benar benar merasa sebagai manusia yang tak memiliki jiwa. Benar benar hampa,kedamaian pun tak pernah kurasakan lagi. Aku benar benar merasa sebagai seorang manusia penuh dosa. Ku tumpahkan segalanya yang ada di hatiku. Segala kerisauan dan kegundahan yang benar benar menyiksa batinku.
Ini kubuat sendiri,tapi aku benar benar tidak ingin menjadi hambaNya yang tidak pernah bersyukur dan aku tidak ingin menjadi orang di dalam cerita itu...
